Jumat, 10 Juni 2011

Tukang Goreng Super Asal Indonesia

Tukang Goreng Super Asal Indonesia



Apa yang ada dalam pikiran kita ketika mendengar “Gorontalo”? Sebagian mungkin teringat akan produksi jagung sehingga provinsi yang baru seumur jagung ini terkenal sebagai provinsi jagung. Namun pernahkah mendengar adanya seorang ibu pedagang pisang goreng yang membolak – balik pisang gorengnya di dalam minyak mendidih dengan tangannya? Ini mungkin yang tidak pernah Anda temukan di daerah lain. Adanya hanya di provinsi Gorontalo.
Pedagang pisang goreng ini, sering kali membuat orang yang melihatnya terheran – heran. Betapa tidak, dia menggoreng pisang tanpa menggunakan alat penggoreng di atas minyak kelapa yang mendidih. Orang sering menyapanya, Ta No’u. Warung pisang goreng Ta No’u berada di Jalan Raya Eyato No. 100, tidak jauh dari Masjid Baiturrahim yang bersejarah. Di tempat ini setiap harinya ramai dikunjungi oleh peminat pisang goreng.
Ta No’u akan sedikit merendah jika ditanya apakah mempunyai kemampuan luar biasa, menggoreng tanpa menggunakan alat penggoreng di atas minyak panas. Tapi kalau didesak, perempuan yang memang sejak dulu berprofesi sebagai penjual pisang goreng akan mulai memperagakan keunikannya. Dengan santai ia kemudian mencelupkan tangannya ke dalam minyak yang mendidih dan membolak – balik gorengannya. Ia juga dengan tanpa merasa panas memegang katel penggorengan dan api yang menyala dari kompor. Luar biasa, tangannya tidak sedikitpun melepuh.
Menurut ibu yang bernama asli Hartin Maliki itu, bakatnya yang unik itu didapat ketika sepuluh tahun yang lalu mendapat bisikan gaib suara perempuan untuk mencoba menggoreng dengan tangan langsung. Bakatnya itu telah membawanya ke Perancis selama 12 hari pada tahun 2008 yang lalu.
Menurutnya, atraksinya di Perancis mendapat sambutan masyarakat Paris secara luar biasa. Pisang goreng yang di Gorontalo dijual seharga Rp. 1.000,- di Perancis hasil tangan ajaibnya laku seharga 20 euro(kurang lebih Rp. 250.000,-/potong).
Kertas ini adalah pada saat ibu Ta No’u pameran di Malaysia, jadi jangan salah sangka ya
Dengan bangga ia pun pernah keliling Indonesia memperagakan bakatnya yang luar biasa. Tahun 2009, bakat tangannya membawanya ke Singapura, Malaysia, dan Jepang. Keahlian menggoreng dengan tangan ini juga diturunkan kepada putrinya. Jadi kalau beliau sedang mendapat undangan mengooreng pisang ke luar kota, putrinya yang menggantikan berjualan gorengan (yang pastinya bukan pakai tangan langsung lagi gan).
Profesi apapun kalau dilakukan dengan sungguh – sungguh bisa mengantar kita Go International, termasuk profesi pedagang pisang goreng sekalipun.


Berikut Videonya :





Sumber. http://terlampau.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Post