Senin, 01 Februari 2010

Merokok Memperkecil Peluang Keturunan Laki-laki

img3
Periset Amerika beranggapan perokok sulit mendapatkan anak laki-laki. Jika
merokok, peluang untuk menjadi ayah dari seorang jagoan kecil dan membayangkan bisa melatih anak laki-laki bermain sepakbola, basket, bela diri atau mengajari memancing, bisa terbang bersama asap rokok.

Merokok, selain mempunyai kaitan dengan kemandulan, akibat lamban dan rendahnya hitungan sperma, ternyata juga mengurangi kemungkinan mendapatkan anak laki-laki. Tidak peduli betapa cintanya kepada pasangan, beban akibat keinginan mendapatkan anak laki-laki dapat mempengaruhi hubungan dengan pasangan.

Jangan terburu-buru me-nyalahkan pasangan, tapi cobalah perhatikan kebia-saan buruk Anda, terutama kalau Anda seorang perokok berat. Merokok mengurangi kesuburan seorang laki-laki namun sekadar mengingatkan bahwa pada umumnya bila pria mengalami masalah infertilitas (kemandulan), penyebabnya adalah karena hitungan sperma (sperm count) rendah atau benih-benih tersebut sangat lamban. Dalam arti, mereka memerlukan waktu lama ketika berenang untuk bertemu dengan telur di saluran telur.

Untuk hitungan sperma, angka yang normal adalah 200 juta per sentimenter kubik. Riset ini memperlihatkan tingkat aktivitas sperma. Jika sperma lamban dan tidak bergerak, akan sulit untuk mencapai telur. Dalam penelitian yang dilakukan baru-baru ini di berbagai negara seperti Denmark, Inggris, AS dan Kanada, para peneliti mulai memperhitungkan kemungkinan merokok dapat mempengaruhi rasio atau perbandingan seseorang untuk mendapatkan anak laki-laki atau anak perempuan.

Secara umum, di negara mana pun, peluang kelahiran anak laki-laki lebih kecil dibandingkan tingkat kelahiran anak perempuan. Alasan apa yang melatarbelakanginya belum jelas benar. Tetapi sejumlah ahli kesehatan berspekulasi paparan racun pada sperma, akibat merokok, dapat mempengaruhi sistem reproduksi yang akan menghasilkan anak laki-laki atau perempuan.

Dr Misao Fukuda dari Fukuda Ladies Clinic di Hyogo, Jepang, dan rekan-rekannya, pada April 2002 ini, melaporkan hasil penelitiannya perihal kaitan merokok dengan perbandingan seseorang mendapatkan anak laki-laki atau anak perempuan.

Riset dilakukan terhadap 5400 perempuan yang melahirkan 11.800 bayi, selama bulan Desember 2000 sampai Juli 2001. Mereka menemukan bahwa di antara pasangan yang tidak merokok, diperoleh angka perbandingan 1,2: 1. Artinya terdapat 1,2 kelahiran anak laki-laki pada setiap kelahiran anak perempuan.

Sebaliknya perbandingan lebih rendah didapatkan pada pasangan yang merokok, dengan rasio 0,8:1. Diperoleh 0,8 anak laki-laki pada setiap kelahiran anak perempuan. Perbandingan makin tajam ketika ayah-ibunya merokok 20 batang rokok sehari atau lebih. Diantara pasangan jenis ini terdapat 310 anak perempuan dilahirkan, dibandingkan kelahiran 255 anak laki-laki.

Mengapa merokok menekan angka kelahiran anak laki-laki? Para peneliti menyatakan rokok memang bertanggungjawab terhadap jeleknya kualitas sel sperma. Dan sel sperma yang membawa kromosom Y -yang menciptakan embrio laki-laki- sangat rentan terhadap serangan racun berbahaya akibat rokok dibandingkan sel sperma pembawa kromosom X, yang bertanggungjawab terhadap kelahiran anak. [scienblog.com/hidayatullah]

Read More >>

Hal Hal Unik Di Penjuru Dunia

Lihatlah beberapa peristiwa yang terjadi di beberapa negara ini sungguh unik dan bisa membuat kita kaget melihatnya..Peristiwa-peristiwa tersebut hanya terjadi di Australia, China, Hawai, Indonesia, India, Texas, Thailand, Jepang, dll... yang sulit untuk ditemukan di negara-negara lain.





Hanya di Australia



Hanya di China



Hanya di Hawai






Hanya di Indonesia






Hanya di Texas



Hanya di Thailand











Hanya di India








Hanya di Jepang

Sumber: http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2009/06/hal-hal-unik-di-penjuru-dunia.html
Read More >>

Bersiaplah, Matahari Mulai Tertidur Amerika Dan Eropa Sudah Membeku!


Cuaca dingin ekstrem melanda kawasan lintang tinggi Bumi. Fenomena ini, antara lain, disebabkan oleh Matahari yang tidur berkepanjangan. Dampaknya menjadi terasa berat karena semakin diperparah oleh adanya pemanasan Bumi dan perubahan iklim global.

Sejak Desember lalu, suhu ekstrem terus melanda kawasan Lintang Utara, yaitu mulai dari Benua Amerika, Eropa, hingga Asia. Di Eropa, suhu dingin bulan lalu pernah mencapai minus 16 derajat celsius di Rusia dan minus 22 derajat celsius di Jerman. Bagi Inggris, ini suhu ekstrem terdingin dalam 30 tahun terakhir. Jalur transportasi ke Perancis lumpuh.

Amerika Serikat pun mengalami hal yang sama. Serbuan cuaca ekstrem ini berdampak pada kegagalan panen di Florida dan menyebabkan dua orang meninggal di New York.

Kejadian luar biasa yang berskala global ini diyakini para pengamat meteorologi dan astronomi berkaitan dengan kondisi melemahnya aktivitas Matahari yang ditandai oleh menurunnya kejadian bintik matahari atau sunspot.

Bintik hitam yang tampak di permukaan Matahari melalui teropong bila dilihat dari sisi samping menyerupai tonggak yang muncul dari permukaan Matahari. Tonggak itu terjadi akibat berpusarnya massa magnet di perut Matahari hingga menembus permukaan.

Akibat munculnya bintik hitam berdiameter sekitar 32.000 kilometer atau 2,5 kali diameter rata-rata Bumi, suhu gas di fotosfer dan kromosfer naik sekitar 800 derajat celsius dari normalnya. Hal ini dapat mengakibatkan badai matahari dan ledakan cahaya yang disebut flare.

Namun, yang terjadi beberapa tahun terakhir ini adalah Matahari nonaktif. Menurunnya aktivitas Matahari itu berdasarkan pantauan Clara Yono Yatini, Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), mulai terlihat sejak tahun 2000.

Para pakar astrofisika matahari di dunia menyebut tahun 2008 sebagai tahun dengan hari tanpa bintik matahari yang tergolong terendah dalam 50 tahun terakhir. Mereka memperkirakan beberapa tahun sesudah 2008 akan menjadi tahun-tahun yang dingin, kata Mezak Ratag, pakar astrofisika yang tengah merintis pendirian Earth and Space Science Institute di Manado, Sulawesi Utara.

Pengukuran kuat medan magnet bintik matahari dalam 20 tahun terakhir di Observatorium Kitt Peak Arizona menunjukkan penurunan. Dari medan magnet maksimum rata-rata 3.000 gauss pada awal 1990-an turun menjadi sekitar 2.000 gauss saat ini.

Penurunan sangat signifikan ini merupakan bukti bahwa hingga beberapa waktu ke depan Matahari masih akan pada keadaan malas, kata Mezak. Ia memperkirakan kalau aktivitas maksimumnya terjadi pada sekitar tahun 2013, tingkatnya tidak akan setinggi maksimum dalam beberapa siklus terakhir.

Matahari dan iklim

Saat matahari redup berkepanjangan, musim dingin ekstrem berpotensi terjadi karena Matahari—sumber energi bagi lingkungan tata surya—adalah penggerak mesin iklim di Bumi.

Sejak 1865, data di Lapan menunjukkan kecenderungan curah hujan berkurang saat Matahari tenang. Demikian pula musim dingin parah sejak akhir 2009 terjadi saat Matahari amat tenang (deep minimum) mirip kejadian 1995-1996, urai Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan.

Bukti keterkaitan dengan perilaku Matahari ini ditunjukkan oleh fenomena kebalikannya, yaitu musim dingin minim salju saat Matahari aktif pada tahun 1989. Musim dingin sangat panjang terjadi saat Minimum Maunder tahun 1645-1716 dan minimum Dalton awal 1980-an.

Kondisi serupa terjadi pada 1910-1914. Itu banyak dikaitkan dengan dinginnya laut pada musibah tenggelamnya Titanic pada April 1912. Normalnya, waktu itu sudah musim semi.

Sementara itu, Mezak berpendapat, pola aktivitas Matahari minimum saat ini mirip dengan kejadian tahun 1880, 1890, 1900, dan 1910. Jadi, siklus Matahari tidak hanya menunjukkan siklus sebelas tahun. Ada siklus lebih panjang dengan periode sekitar 100 tahun—siklus Gleisberg. Dalam catatan meteorologis, saat terjadi siklus itu, banyak cuaca ekstrem dingin, tetapi tidak seekstrem Minimum Maunder.

Cuaca dan GRK

Efek aktivitas Matahari minimum lebih banyak memengaruhi daerah lintang tinggi. Aktivitas Matahari sejak sekitar tahun 2007 hingga kini memperbesar peluang terjadinya gradien suhu yang besar antara lintang tinggi dan lintang rendah. Akibatnya, kecepatan komponen angin arah utara-selatan (meridional) tinggi.

Prof CP Chang, yang mengetuai Panel Eksekutif Monsun Badan Meteorologi Dunia (WMO), berkesimpulan, aktivitas monsun lintas ekuator yang dipicu gradien suhu yang besar di arah utara-selatan akhir-akhir ini meningkat secara signifikan dibandingkan dengan statistik 50 tahun terakhir.

Hal ini memperkuat dugaan, aktivitas Matahari minimum yang panjang berkaitan erat dengan cuaca ekstrem dingin. Di Indonesia, kejadian angin berkecepatan tinggi lintas ekuator menjadi penyebab utama munculnya gelombang-gelombang tinggi dari Laut China Selatan ke perairan Laut Jawa.

Adanya gas rumah kaca di atmosfer, lanjut Thomas, juga meningkatkan suhu udara yang menyebabkan perubahan iklim. Efek gabungannya cenderung meningkatkan kerawanan bencana terkait iklim, kata Thomas.

Teori pemanasan global mengatakan, atmosfer yang memanas membuat partikel-partikel udara menjadi semakin energetik dan berpotensi menghasilkan cuaca ekstrem. (YUNI IKAWATI)

Read More >>

"Menyingkap Cadar Peradaban Prasejarah Bencana yang Dapat Mengakibatkan Manusia di Ujung Kepunahan"


Selain banjir, senjata nuklir, polusi lingkungan, memburuknya iklim, dan lain sebagainya, dimana menurut laporan majalah Discovery, AS, bahwa para ilmuwan juga memperhitungkan puluhan jenis bencana alam atau ulah manusia yang cukup mengakibatkan manusia dalam kondisi mendekati kepunahan.

Saat ini, makhluk hidup di atas bumi, di mana pada setiap waktu akan menyebarkan informasi tentang kepunahan spesies, sehingga membuat orang-orang mulai menyadari bahwa ini bukan sebuah fenomena perputaran alam yang baik. Para ilmuwan telah memperkirakan, bahwa rasio kepunahan spesies organisme sekarang adalah 1.000 kali lipatnya zaman fosil, menurut statistik bahwa di atas bumi secara aktual terdapat 99% spesies berada di ujung kepunahan. Dan pembunuh-pembunuh yang menghancurkan spesies ini, sebagian besar disebabkan aktivitas peradaban manusia saat ini, aktivitas-aktivitas ini menyebabkan berbagai jenis makhluk hidup di bumi, termasuk manusia sendiri secara perlahan-lahan menuju ke dalam kondisi yang kritis, ada beberapa kondisi yang mungkin dapat dialami dalam gerakan putaran alam. Mungkin Anda akan menganggap bahwa peringatan di atas hanya imajinasi sastrawan, namun di bawah pengamatan dan penyelidikan ilmuwan ditemukan bahwa dalam sejarah ratusan juta tahun, di atas bumi berkali-kali menyisakan bekas-bekas dihancurkan.

Gempa bumi, perubahan kerak bumi

Dari sejumlah besar bangunan yang ditemukan di samudra, dengan fosil makhluk hidup samudra di atas daratan, di mana semua ini cukup membuktikan “samudra berubah jadi sawah ladang, dan sawah ladang berubah jadi samudra (dunia mengalami perubahan besar)”, daratan tenggelam ke samudra, perubahan kerak bumi dasar laut yang naik menjadi daratan adalah fenomena yang sangat normal dalam aktivitas bumi. Seperti misalnya Danau Lago Titicaca di Bolivia, Amerika Selatan, meski terletak di atas dataran tinggi, namun di kawasan sekeliling danau muncul jutaan fosil kulit kerang samudra, dan hingga sekarang masih terdapat makhluk samudra di danau tersebut, nelayan dapat menjala kuda laut, udang bercapit hijau dan kerang-kerangan. Ini menunjukkan bahwa pada zaman dulu, dataran tinggi di sini mungkin masih berada di dasar laut, namun, karena perubahan kerak bumi, di desak hingga naik ke atas, dan masa terjadinya diperkirakan kurang lebih pada seratus juta tahun lampau. Daratan Atlantis dalam legenda, adalah peradaban yang hilang tenggelam ke laut karena perubahan kerak bumi.

Kerak bumi berubah posisi

Ketika professor Charles H.Hapgood sedang mempelajari peta kuno Kutub Selatan, ia pernah mengemukakan hipotesa peralihan kerak bumi (Earth Crust Displacement): dalam kondisi tertentu, segenap kerak luar bumi mungkin dapat menggerakkan posisinya secara menyeluruh, bagaikan selembar kulit jeruk tak berisi, setelah kendor dan terkelupas, akan menggerakkan segenap posisinya. Menurut hipotesa tersebut: kerak bumi setebal 30 mil dapat meluncur di atas inti bumi yang tebalnya 8 ribu mil, beberapa sarjana AS mengaitkan hipotesa ini dengan bencana dahsyat di Alaska dan Siberia pada 11 ribu tahun lampau: mereka memprediksikan daratan di Kutub Selatan saat ini, ternyata adalah daerah berjarak sekitar 2 ribu mil sebelah utara Kutub Selatan. Dan sebelum adanya peradaban manusia ini, minimal pada 6 ribu tahun silam, telah terjadi peralihan kerak bumi, segenap kerak bumi menggerakkan posisi, hingga menggeser daratan Kutub Selatan ke posisinya saat ini. Ini membuat daratan yang hangat mendadak menjadi dingin, dan secara perlahan diselimuti dengan es dan salju. Dan di saat bersamaan, Alaska dan Siberia juga mengarah ke Kutub Utara, sehingga membuat daratan yang semula hangat dalam sekejab menjadi dingin “membeku”. Dan secara rasional telah menjelaskan tentang lapisan tanah beku di utara Siberia, gajah raksasa berbulu panjang yang ditemukan serta sejumlah besar binatang yang tidak dapat hidup di daerah dingin, seperti misalnya badak, banteng, kuda, gezelle, srigala, machairodont (harimau bergigi pedang), singa dan sebagainya, selain itu juga ada mayat manusia

Ledakan sinar Gamma

Keterangan gbr : Sinar Gamma adalah ledakan dengan kekuatan terdahsyat yang sudah diketahui di alam semesta saat ini, dan pengetahuan yang dipahami ilmuwan atas hal ini masih sangat terbatas. (Foto : NASA)

Ilmuwan mendapati, bahwa sinar gamma (Gamma Ray Burst, GRB) yang berasal dari galaksi luar yang jauh, adalah energi yang dilepaskan kembali setelah hancurnya 2 bintang tetap, energi pancarannya sangat kuat dan tak dapat diduga, kurang lebih seribu kali lipatnya matahari. Sebelum perubahan besar ini terjadi, manusia sama sekali tidak dapat mengamati perubahan sesudahnya, sehingga dengan demikian juga tidak tahu bagaimana cara mengantisipasinya. Jika terjadi, maka meski berada di tempat sejauh seribu tahun cahaya, dan meski pada malam yang biasanya cerah di sebuah tempat yang jauhnya tidak dapat Anda saksikan, ia juga akan terang secara tiba-tiba seperti matahari, kemudian melepaskan energi yang maha besar, dan menyinari bumi dengan pancarannya. Meskipun lapisan atmosfer dapat melindungi kita terhindar dari serangan sinar Gamma dan sinar -X, namun pancaran-pancaran berenergi tinggi ini dapat membuat lapisan atmosfer menjadi panas dan menghasilkan nitrogenoksida, yang dapat secara serius merusak ozonosfer (lapisan ozon). Namun yang lebih parah adalah dapat secara langsung membunuh fotosintesis plankton di samudera (mereka dapat menyuplai oksigen bagi atmosfer), merusak ekologi sekaligus juga menghancurkan rantai makanan. Jarak sinar gamma yang ditemukan saat ini sangat jauh dari kita, meski pengetahuan yang diketahui ilmuwan atas hal ini sangat terbatas, namun dapat dibayangkan akibat yang mengerikan seandainya secara tiba-tiba ia menyinari bumi kita.

Planet menabrak bumi

Pada 1908 silam, sebuah meteorit komet setinggi kurang lebih 200 kaki (± 60 m) pernah melintasi lapisan atmosfer, dan mengenai kawasan, Siberia, akibatnya terjadi ledakan di kawasan tersebut. Menurut perhitungan astronom bahwa peristiwa sejenis akan terjadi setiap 100-300 tahun. Peristiwa ini, seandainya terjadi di samudera atau daerah yang jarang penduduknya, yang mana meskipun rasio kemungkinan manusia terhindar dari bencana ini sedikit lebih besar, namun ilmuwan mengatakan: terhadap planet besar, tidaklah penting di mana posisi yang diterjang mereka (planet). Jika meteorit selebar ½ mil (± 800 m) menabrak bumi (± setiap 250 ribu tahun) meski tidak sampai menyebabkan kepunahan seluruh umat manusia, namun cukup memusnahkan pembangunan peradaban umat manusia sekarang. Sebuah meteorit selebar 5 mil menabrak bumi dapat menimbulkan gempa, tsunami, letusan gunung berapi, dan mengakibatkan kepunahan yang lebih dahsyat, sama seperti akhir zaman dinosaurus. Pada 1994 silam, ilmuwan berhasil mengamati seluruh proses tabrakan Comet Shoemaker-Levy 9 dengan Jupiter, ini menjelaskan bahwa planet menabrak bumi bukan tidak mungkin, juga bukan peristiwa mengerikan yang baru akan terjadi ratusan tahun kemudian.

Lubang hitam

Dalam sistim galaktik dipenuhi dengan lubang hitam. Menurut prediksi ilmuwan secara garis besar, bahwa dalam sistem galaktik terdapat sekitar satu juta lubang hitam, benda-benda ini beredar sama seperti bintang lainnya. jika ada sebuah planet yang biasa mendekati kita, akan kita temukan, bahwa seandainya itu adalah lubang hitam, kita tidak akan mendapat peringatan. Namun, jika sebuah planet yang akan menabrak bumi, para ilmuwan puluhan tahun silam bisa mengamati, dan dapat memprediksikan waktu maupun energinya secara konkret. Namun lubang hitam tidak akan menabrak atau menghancurkan bumi, akan tetapi, ia dapat mengacaukan orbit peredaran benda langit, sehingga suhu di bumi akan mengalami perubahan yang drastis.

Badai matahari

Selama beberapa tahun terakhir ini, matahari sudah memasuki perubahan periodik medan magnetik yang terjadi setiap 10-11 tahun, dalam masa demikian, partikel dan pancaran kemungkinan akan meniup ke bumi dengan kecepatan 1juta km/jam, dan ancamannya terhadap bumi, adalah suatu hal yang tak dapat diperhitungkan para ilmuwan. Pada April 2001 silam, sebagaimana yang diperkirakan ilmuwan, telah terjadi ledakan bintik matahari yang dahsyat di permukaannya, dan ini merupakan salah satu ledakan terbesar yang tercatat selama ini, untungnya solar Flare (letusan gas matahari) tidak mengarah ke bumi, karena itu sebagian besar energi yang dilepaskan letusan protuberan tidak akan sampai menerjang bumi. Letusan protuberan atau gas matahari disebabkan ledakan tiba-tiba dari energi magnetik, ia dapat menambah kecepatan gerak partikel matahari hingga mendekati kecepatan cahaya dalam beberapa detik, sekaligus membuat suhu di permukaan matahari naik hingga jutaan derajat. Energi yang dilepaskan letusan protuberan bahkan mencapai miliaran ton energi yang dihasilkan ledakan bahan peledak.(erabaru.or.id)*

Read More >>

Ngeri ! Matador Terkena Tusukan Tanduk banteng !

Ini adalah gambar yang akan memberikan apresiasi baru untuk kita , beruntung kita bisa bekerja dengan nyaman saat ini.

Mengempas ke udara seperti boneka, Matador Spanyol Lancho Israel terkena oleh tusukan tanduk banteng di Madrid pada hari Rabu.

Warning | Graphic

Sebelum terkena tandukan sang banteng
Sebelum terkena tandukan sang banteng

Meninggalkan lubang sedalam 8 Inci
Meninggalkan lubang sedalam 8 Inci

Membuatnya seperti boneka
Membuatnya seperti boneka

Beruntung, Tanduk tersebut tidak sampai mengeani jantungnya.
Beruntung, Tanduk tersebut tidak sampai mengenai jantungnya.

Matador itu kini dalam kondisi kritis setelah perkelahian manusia melawan banteng di San Isidro di Las Ventas bullring.

banteng tersebut meninggalkan luka selebar hampir delapan inci , wartawan Spanyol mengklaim hal ini merupakan keajaiban dari tanduk lembu jantan yang tidak sampai mengenai jantungnya.

Lancho, 30, harus diakui dia tidak berpikir ia akan bertahan. Dia diharapkan tetap berada di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit Madrid selama beberapa hari lagi sebelum dipindahkan ke sebuah klinik untuk setidaknya satu minggu.

sumber : Daily Mail

Read More >>

Calon Kuda Tertinggi Sedunia

PD*29086561

Kuda yang diberinama Duke asal Inggris ini bisa jadi sekarang adalah kuda tertinggi sedunia dengan tinggi tubuh mencapai 19 hands (satuan tinggi kuda) atau 6 kaki 8 inci.

Melansir pemberitaan Telegraf, Rabu (27/5) disebutkan, sang pemilik hewan besar ini hanya memberi diet teh herbal dan sejumlah apel untuk santapan Duke. Sara Ross, pemilik kuda yang beratnya dua ton ini terkejut dengan pertumbuhan tinggi hewan piaraanya itu. “Sebelumnya, Duke pernah jatuh sakit selama enam pekan. Tapi, dia mulai sembuh dengan menjalani diet teh herbal dan apel. Namun, kami melihat terjadi peningkatan dalam pertumbuhan badannya,” jelas Ross.

Duke yang berusia enam tahun ini mulai mengimbangi kuda-kuda tertinggi sedunia lainnya seperti Radar, seekor kuda Belgia Kanada yang ada di Texas yang tingginya mencapai 6 kaki 7 ½ inci dan seekor kuda tinggi lainnya dari Australia yang diberinama Noddy yang tingginya mencapai 6 kaki 8 inci. Ketiga hewan ini rencananya akan berlomba untuk mendapat predikat sebagai Kuda Tertinggi Sedunia.

Duke yang takut dengan tikus ini harus meminum air lebih dari 20 galon, 5 galon teh herbal dan 20 pon rumput, jerami dan gandum setiap harinya. Ross yang mengelola Peternakan Horse Refuge dekat Tenterden, Kent di Inggris ini merasa bangga memiliki Duke yang pertumbuhannya terus bertambah.

Untuk diketahui, rekor kuda tertinggi sedunia versi Guinness World Record kini dipegang oleh Radar dengan tinggi 6 kaki 7½ inci meski digeser oleh Noddy, namun belum resmi dan mungkin juga gelar tersebut akan dimiliki Duke. Kita tunggu saja keputusan pihak Guinnes World Record nanti.

ARI JULIANTO | GLOBAL

Read More >>

Kucing Bersayap Kembali Muncul di China

Seekor kucing bewarna putih namun memiliki sepasang sayap di badannya sebagaimana dilaporkan The Sun, Rabu (27/5) muncul di kota Chongqing, China pada Minggu (24/5). Menurut pemiliknya, kucing piaraan mereka ini terlahir dengan kondisi normal, namun sejak berusia setahun di badanya mulai tumbuh sepasang sayap.
Sebenarnya, fenomena kucing bersayap ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya pada 24 Mei 2007 di kota Sichuan, China seorang nenek mempunyai seekor kucing piaraan yang pada kedua sisi tubuh hewan manis itu tumbuh anggota tubuh lainnya yang sepintas diperhatikan mirip berbentuk sayap.

Terdapat sekitar 138 kasus kucing bersayap pernah tercatat dalam sejarah. Sayangnya hanya 28 kasus yang terdokumentasi. Laporan awal mengenai kucing bersayap yang pernah tercatat, terjadi bulan Juni 1842, dilaporkan oleh Henry David Thoreau di daerah pertanian sekitar Lincoln.

Menurut pakar hewan dan cryptozoologi asal Inggris, Dr Karl Shuker yang telah meneliti fenomena pada kucing menjelaskan, ada beberapa penyebab mengapa kucing bisa memiliki bagian tubuh yang mirip sayap secara medis.
Pertama, bulu rontok yang menggumpal. Pada beberapa laporan menyatakan, saat musim dingin tiba, sayap muncul pada kucing yang berbulu panjang. Kemudian sayap kucing tersebut lepas pada musim semi. Sebagian besar bentuk yang menyerupai sayap tersebut adalah bulu rontok yang menggumpal (gimbal).

Kedua, cacat lahir yaitu diduga merupakan hasil dari kelahiran cacat kembar siam (conjoined twin) dengan kaki kembaran yang satu lagi muncul di daerah punggung. Dan ketiga, penyakit Feline Cutaneous Asthenia (FCA) yaitu suatu penyakit keturunan yang menyebabkan kulit menjadi sangat elastis dan mudah robek/terluka. Elastisitas kulit yang belebihan ini juga dapat terjadi pada anjing dan manusia.

Kucing dengan penyakit FCA mempunyai kulit sensitif yang mudah luka dan robek. Menurut beberapa orang, kemungkinan besar “sayap” yang muncul di daerah punggung kucing adalah sobekan atau luka di kulit yang masih tertutup bulu.

ARI JULIANTO | GLOBAL

Kucing Bersayap ( foto : MSNBC.COM )

Kucing Bersayap ( foto : MSNBC.COM )

Read More >>